Home     Topics     Audio     Video       Get Code       Store   Donate     Newest     Top 30     Magazine     Tell Friends     Contact   
September 03,2010  at 12:23 AM
             
 
Main Menu
 
  Main menu


Home
Search
Who are we?
Translation Project
Bible Study Guide
iTunes
Amazon's Kindle
Get Code
Online Store
iPhone Version
Audio Teachings
Video Teachings
Get Involved
Get to know Jesus
YouTube.com
MySpace.com
Facebook.com
Twitter.com
Magazine
Online Magazine
Top 30 Articles
Articles by Date
Articles by Topic
Find a Fellowship
Calendar of Events
Tell your Friends
Links
Donate
Contact Us
How to use
Add to Favorites!

 

 
All Topics
 
  Untitled Document

Choose from one of our many Topics




 

 
Check us out on:
 
  Untitled Document



 

 
Articles in Other Languages
 
  Untitled Document

Select a language

If you would like to help translate articles, please contact us.
 

 
Get Code!
 
  Untitled Document

Banners, blocks, and buttons for your site.

Easy copy and paste code

 

Untitled Document


Mengeluh untuk Pembebasan
Pelajaran tentang Roma 8:19-28

Firdaus jelas hilang. Tidak diragukan lagi ada situasi dalam hidup Anda yang berkisar antara agak kurang sempurna hingga sangat menyakitkan. Lalu pikirkanlah apa yang sedang terjadi dalam kehidupan orang-orang yang Anda kenal. Lalu, melalui TV, surat kabar, atau Internet, perluaslah lingkaran-lingkaran kesadaran Anda hingga mencapai seluruh dunia, dan banyaknya orang yang menderita dari hari ke hari karena berbagai keadaan yang mengerikan.

Tentu, mungkin ada suatu hari yang indah dalam hidup Anda, dan mungkin Anda tidak mengalami trauma, tetapi meskipun hanya melihat hidup di atas planet bumi ini secara sepintas lalu, akan menyingkapkan penderitaan yang tidak terhitung banyaknya. Pagi ini saya mendoakan daftar doa saya secara cepat, menyebutkan setiap orang dengan situasi khusus yang mereka hadapi, dan hati saya sedih ketika memikirkan bahwa Tuhan dan Tuan Yesus, yang mengasihi orang-orang itu jauh melebihi saya, harus melihat luka umat manusia yang tidak terucapkan untuk satu hari lagi di mana penderitaan itu sudah berlangsung lebih dari 6000 tahun.

Artikel singkat ini akan menunjukkan bahwa Tuhan dan Tuan Yesus (dan, secara kiasan, ciptaan itu sendiri) sangat berkaitan dengan kesakitan kita, dan Tuhan sangat ingin mengadakan penebusan dunia yang tidak dapat dielakkan. Sungguh suatu hal yang menyenangkan jika mengetahui bahwa Pengharapan kita adalah Pengharapan Tuhan! Sementara itu, Tuhan berada di samping kita dalam menjalani liku-liku hidup, berperang bagi kita dalam setiap situasi. Secara khusus kita akan berfokus pada Roma 8:19-28, yang menjawab pertanyaan yang banyak diajukan orang-orang yaitu apakah ayat 26 dan 27 berhubungan dengan berbahasa lidah seperti doa syafaat. Dengan mengikuti konteksnya, dan secara khusus kata “mengeluh”, kita akan melihat bahwa ayat-ayat itu tidak berkaitan dengan bahasa lidah.

Ketika Anda mengalami penderitaan jasmani atau emosi, apakah pikiran yang terutama dalam benak Anda? Anda menginginkan penderitaan itu berakhir, bukan? Anda mengharapkan situasi berubah menjadi lebih baik. Seberapa baikkah? Baiklah, jika Anda bangkrut dalam keuangan, bagaimana dengan jaminan sejuta dollar setiap hari? Sejarah umat manusia penuh dengan keinginan yang tidak pernah puas untuk dunia yang sempurna, dan ini dipantulkan dalam keyakinan seperti Nirwana, Valhalla, atau Utopia. Misalnya, dalam pembicaraan tentang Disney World muncul kesan tentang adanya suatu pelarian sementara kepada suatu tempat yang lebih baik. Sebenarnya, apa yang akan dihadirkan Tuhan adalah jauh lebih baik dari apa yang pernah dibayangkan oleh manusia.

Kadang-kadang keadaan menjadi sangat buruk sehingga Anda kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan penderitaan Anda, dan yang Anda dapat lakukan hanyalah mengeluarkan keluhan. Apakah artinya “mengeluh”? Sebuah kamus menjelaskan: “mengeluarkan suara yang dalam, sedih, ucapan suara yang mengekspresikan penderitaan atau kesedihan; sangat terbeban atau menanggung beban berat; sangat menderita atau dipenuhi ratapan.” Dua ayat berikut adalah contoh bagaimana dominasi Setan terhadap dunia yang menyebabkan orang-orang saleh mengeluh untuk sesuatu yang lebih baik.

Amsal 29:2
Jika orang benar bertambah sukses, bersukacitalah rakyat, tetapi jika orang fasik memerintah, berkeluhkesahlah rakyat.

Kisah Para Rasul 7:34
Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir dan Aku telah mendengar keluh kesah mereka, dan Aku telah turun untuk melepaskan mereka; karena itu marilah, engkau akan Kuutus ke tanah Mesir.

Sebagai orang Kristen, kita hidup dalam Administrasi Rahasia Kudus, yang dimulai pada Hari Pentakosta dan akan berakhir dengan Pengangkatan Jemaat Kristen, di mana pada akhirnya keselamatan kita akan disempurnakan. Apakah yang kita miliki sekarang adalah jaminan mutlak akan kemuliaan dalam Firdaus yang akan datang. Tuhan telah memberikan kepada kita masing-masing karunia Roh Kudus, di mana, seperti ayat yang berikut, adalah kesaksian di dalam kita bahwa selamanya kita adalah anak-anak-Nya dan oleh karena itu kita memiliki hidup yang kekal.

Roma 8:15 dan 16
(15)
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Tuhan. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
(16) Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Tuhan.

Kelahiran kita yang baru memberikan kuasa kepada kita untuk melayani Tuhan di tengah dunia yang sekarat. Oleh sebab itu kita diwajibkan untuk menderita bersama Dia, tetapi jika kita setia, kita akan diberi upah yang sangat besar dan menerima kemuliaan-Nya juga, kemuliaan yang jauh lebih besar dari penderitaan yang harus ditanggung.

Roma 8:17 dan 18
(17)
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Tuhan, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
(18) Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Lalu pada ayat berikutnya kita akan menafsirkan beberapa hal terperinci, karena ayat-ayat tersebut memuat kebenaran luar biasa yang akan memperluas motivasi kita agar tetap berdiri teguh bagi Tuhan dalam dunia yang sekarat ini dan menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali, di mana kita akan berhadapan muka dengan muka dan menerima upah kita dari Dia.

Roma 8:19-21
(19)
Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Tuhan dinyatakan
(20) (Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak dia, yang telah menaklukkannya),
(21) dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Tuhan.

Pertama-tama, melalui personifikasi kiasan bahasa, kita melihat bahwa dunia sekalipun rindu dibebaskan dari kutuk dosa yang dikenakan kepada dunia oleh karena pengalihan penguasaan dari Adam kepada Setan, yaitu penguasaan atas dunia yang diberikan Tuhan. Kata bahasa Yunani yang diterjemahkan “sangat rindu …. menantikan …” secara harfiah berarti “melihat dengan menjulurkan kepala karena didorong oleh keingintahuan yang sangat besar,” yang biasa menggambarkan penantian yang terfokus.

Perhatikan ungkapan di dalam tanda kurung (Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri) yang memperjelas bahwa itu adalah Iblis, bukan Tuhan, yang menundukkan dunia kepada penderitaan sekarang ini. Dalam Alkitab New English, akhir ayat 20 dan 21 bagian pertama tertulis: “Namun selalu ada pengharapan bahwa ciptaan itu sendiri akan dimerdekakan…”

Dalam ayat berikut, kita akan melihat Ciptaan itu sendiri mengeluh dipulihkan seperti Eden mula-mula, dan bahwa kita orang-orang percaya, yang memiliki jaminan hidup baru dalam Firdaus, mengeluh untuk tubuh baru yang dijanjikan.

Roma 8:22-25
(22)
Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin sampai sekarang.
(23) Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
(24)(Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan kalau sudah melihat?
(25)Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun).

Dan sekarang sampailah kita pada ayat yang sudah membingungkan banyak orang kudus selama berabad-abad.

Roma 8:26-28
(26)
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Tuhan dengan keluhan-keluhan yang tidak dimengerti.
(27) Dan Tuhan yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Tuhan, berdoa untuk orang-orang kudus.
(28) Kita tahu sekarang, bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Tuhan.

“Demikian juga” – sama seperti apa? Demikian juga Ciptaan mengeluh dan kita mengeluh, Tuan Yesus (di sini disebut ”Roh”) mengeluh. Tidak ada dalam ciptaan Tuhan yang bebas dari konsekuensi dosa yang menakutkan. Seperti saudara kita, dan yang mengasihi ciptaan Tuhan, Yesus mengeluh juga. Ini adalah suatu kasus yang dipercaya oleh orthodoks bahwa Tuhan tidak berubah dan mengendalikan segala sesuatu yang menyebabkan orang salah mengerti ayat ini. Misalnya, Lenski salah menulis, ”... Roh Kudus tidak bisa dan tidak dapat mengeluh ...” Yang benar adalah Tuhan dapat mengeluh, dan juga memiliki emosi lain yang sangat banyak. Demikian pula Yesus. Yesus dijamah oleh perasaan terhadap kelemahan kita (Ibr. 4:15), ayat ini mengatakan bahwa Dia, sama seperti Ciptaan juga, mengeluh dalam traumanya.

Dalam ayat 26. “Roh” adalah Yesus, sama seperti yang disinggung di tempat lain dalam Perjanjian Baru. Ketika Yesus bangkit, tubuh-Nya masih berbentuk daging dan tulang (Luk. 24:39), tetapi secara rohani dikuatkan dalam cara yang tidak dapat kita mengerti sepenuhnya. 1 Korintus 15:44-46 berkata bahwa Yesus dibangkitkan dalam “tubuh rohaniah.” Ketika pertama kali Dia muncul di hadapan murid-murid-Nya, mereka mengira Dia dalah hantu (pneuma; Luk. 24:37), tetapi Dia menyangkalinya, dan membiarkan mereka menyentuh tubuh-Nya untuk meraba daging-Nya. Karena tubuh Yesus yang baru dikuasai secara roh, Dia disebut “Roh” di berbagai tempat dalam Perjanjian Baru (Kis. 2:4; 10:19; Roma 8:16, 26, 27; 2 Kor. 3:17,18; Why. 2:7, 11, 17, 29; 3:6, 13, 22; 14:13; dan 22:17.

Dalam ayat 26 dan 27, “Roh” tidak menunjuk kepada karunia roh kudus yang lahir dalam setiap orang Kristen, karena tidak mempunyai kehendak sendiri seperti Roh (ayat 27), juga tidak dapat bersyafaat bagi kita. Sebaliknya, kita bersyafaat bagi orang lain melalui roh kita yang kudus. Mereka yang berkata bahwa “Roh” dalam ayat ini adalah karunia roh kudus biasanya juga berkata bahwa keluhan yang disinggung dalam ayat ini adalah berbicara dalam bahasa lidah. Akan tetapi, ini adalah orang Kristen yang berbicara dalam bahasa lidah, bukan karunia roh kudus, dan ayat ini jelas berkata bahwa Roh yang mengeluh. Selaras dengan konteksnya, Yesus pun merasakan dampak yang mengerikan dari dunia yang telah jatuh ke dalam dosa ini, dan Dia mengeluh seperti Tubuh-Nya, Jemaat, yang mengeluh.

Kata bahasa Yunani untuk “membantu” berarti “mengambil bagian bersama, secara umum, untuk menjadi penolong, memberi bantuan.” Roh, Yesus, “menolong” kita, tetapi Dia tidak melakukan itu sendirian. Kita juga harus berdoa jika kita ingin kuasa Tuhan dinyatakan secara penuh dalam hidup kita. ”Berdoa untuk kita” adalah kalimat untuk waktu sekarang, aktif berbicara, menunjukkan bahwa Yesus berdoa kepada Bapa untuk kita sekarang, sama seperti yang dilakukan-Nya ketika Dia melatih murid-murid-Nya di dunia (Luk. 22:31).

Ungkapan, “dengan keluhan-keluhan” menunjukkan bahwa ketika Yesus berdoa bagi kita, Dia juga mengeluh tentang keadaan dunia yang rusak (tidak ada kata lain untuk “dengan” dalam ungkapan itu “dengan keluhan” seperti kata pelengkap penyerta). Ayat ini tidak berkata bahwa Yesus berdoa “dengan keluhan”, yaitu Dia berdoa dengan memakai keluhan, karena itu akan menghilangkan pokok utama dalam konteks. Karena keadaan dunia yang rusak, dunia mengeluh, kita mengeluh, dan Yesus mengeluh. Kita memakai ”keluhan” karena itu dapat dimengerti sebagai sebuah kata benda, dan lebih mudah untuk membuat hubungan dengan ayat 22 dan 23.

Friberg’s Analytical Lexicon mempunyai definisi yang jelas dari kata bahasa Yunani yang diterjemahkan dengan “yang tidak terucapkan”: “sesuatu yang muncul seperti emosi yang kuat di mana orang itu tidak dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkannya.” Definisi ini muncul dalam banyak terjemahan modern. Keluhan terhadap keadaan Ciptaan yang rusak dan diperbudak adalah keluhan yang tidak terucapkan. Keluhan-keluhan ini tidak lagi menunjuk kepada berbicara dengan bahasa lidah seperti keluhan yang disinggung dalam ayat 22 dan 23. Jika mereka mengeluh, ayat itu akan berbunyi Yesus bersyafaat bagi kita melalui berbicara dengan bahasa lidah, di mana hal itu tidak memiliki dasar alkitabiah.

Hari ini, semua Ciptaan, semua orang Kristen, dan Tuhan Yesus mengeluh “menantikan saat anak-anak Tuhan dinyatakan” (ayat 19) dan ”dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Tuhan” (ayat 21). Hari yang mulia itu adalah ketika Tuhan datang untuk Jemaat-Nya dan mengumpulkan kita bersama-sama dengan Dia (1 Tes. 4:13-18). Itulah saat ketika keselamatan kita dari dosa dan kematian akan digenapi. Apa yang kita miliki sekarang adalah “karunia sulung roh” (ayat 23) sebagai jaminan keselamatan kita di masa depan, dan itulah yang memotivasi kita, walaupun mengalami penderitaan dan kesengsaraan, terus melayani Tuhan hingga kita melihat Dia berhadapan muka dengan muka dan Dia memberikan tubuh baru kepada kita.

2 Korintus 5:1-5
(1)
Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Tuhan telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.
(2) Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,
(3) sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang.
(4) Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, bukannya kita mau ditanggalkan, tapi mengenakan pakaian yang baru itu, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup.
(5) Tetapi Tuhanlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan roh kepada kita sebagai jaminan, mengaransikan apa yang akan datang.

“Kemah” dunia kita adalah tubuh kita yang fana, dan “kediaman surgawi” adalah tubuh baru kita yang akan diberikan kepada kita oleh Yesus, yang sekarang ”ada di surga”, pada saat kita bertemu Dia di udara. Perhatikan ayat 4 berkata “bukannya kita mau ditanggalkan, tapi mengenakan yang baru itu.” ”Menanggalkan” berarti meninggal, dan kita tidak mau mati, karena maut bukanlah Pengharapan orang Kristen. Maut bukanlah pintu gerbang menuju surga, tetapi sebaliknya musuh abadi (1 Kor. 15:26), dan sasaran kita adalah hidup hingga kedatangan Tuan Yesus. Hari demi hari kita mengeluh dalam pengharapan akan terjadinya pengangkatan, tetapi kita mengeluh dengan jaminan bahwa Tuhan kita juga mengeluh untuk hari itu. Kita tahu bahwa momen yang indah yang kita nikmati dalam hdup ini sementara kita berjalan bersama Dia dan kasih terhadap saudara-saudara kita hanyalah kilasan dari kehidupan yang sangat indah yang akan datang. Amin. Datanglah segera, Tuan Yesus.

Untuk membaca lebih banyak artikel dalam Bahasa Indonesia, mohon kunjungi website Bahasa Indonesia

If you like what we are doing and you would like to help us continue to spread the Gospel all over the globe, please consider sowing into our ministry

 


Artikel lain yang luar biasa yang berkenaan dengan topik ini:

Menjadi seorang Kristen: Mengapa? Apa? Bagaimana?

Pembenaran - Pemberian dari Tuhan untuk Setiap Orang Kristen

ALL TOPICS

Home Page


 
 
About US
 
   

 
Follow us on Twitter
 
 
 

 
Optimized for iPhone
 
 
 

 
Widgets for Mac Users
 
 
 

 
Check us out on:
 
 




 

 
Truth Or Tradition Resources
 
 



Our Online Store

Books, booklet, audio & video tapes, DVDs, plus much more!

Call us toll free,
1-888-255-6189
(1-765-349-2330)
M–F 9am–5pm (ET)

Our eBay Store

Books, booklet, audio & video tapes, DVDs, plus much more!

Mail-in Order Form / Price List

Donate through PayPal

You don't need a PayPal account

 

  Related Links  
 
Articles in Bahasa


Most read article about Articles in Bahasa:
23 Argumen tentang Keabsahan Sejarah dari Kebangkitan Yesus Kristus

 

  Options  
 
 Printer Friendly Page  Printer Friendly Page

 Send to a Friend  Send to a Friend

 

           
 Home     Topics     Audio     Video       Get Code       Store   Donate     Newest     Top 30     Magazine     Tell Friends     Contact   

Untitled Document

© 2010 by Spirit & Truth Fellowship International. Spirit & Truth Fellowship International is a 501 (c) (3) non-profit corporation. Our ministry and this site are funded by faithful donors. Please contact us for more information.



Untitled Document
All scripture quotations, unless otherwise indicated, are taken from the Holy Bible New International Version(R). NIV (R). (c) 1973, 1978, 1984 by International Bible Society. Used by permission of Zondervan. All rights reserved.



Web site engine's code is Copyright © 2002 by PHP-Nuke. All Rights Reserved. PHP-Nuke is Free Software released under the GNU/GPL license.
Page Generation: 0.029 Seconds